Himpunan Puisi Sedih

Himpunan Puisi Sedih

Rabu, 09 Maret 2016

Mengantuk

Mengantuk

ketika khutbah
tersenguk mengangguk
macam burung belatuk

habis salam
semua mencapai tilam
tidur sambil berjalan

teeja
rerun circa 2000
Diposting oleh bil bil di 12.26
Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Bagikan ke XBerbagi ke FacebookBagikan ke Pinterest

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda
Langganan: Posting Komentar (Atom)

Arsip Blog

  • ▼  2016 (58)
    • ►  Juni (8)
    • ►  Mei (5)
    • ▼  Maret (45)
      • Dalam Librari
      • Larilah Jika Boleh
      • Paman Doblang
      • Gerimis Darah Tahun Baru
      • Senja hari Merdeka
      • Abadi
      • Putri Malu
      • FALSAFAH CINTA
      • Bayang
      • Kejayaan
      • MENYINTAI TIDAK BERMAKNA MEMILIKI
      • Senyap dan Sunyi
      • Hayad
      • Cinta Pada-Mu
      • jangan tanya
      • Mungkinkah Sakura Mekar
      • Mengantuk
      • Di Usia Senja
      • Hari Indah Bagiku
      • Bukan Untuk Temani Aku
      • Mimpi Terindah
      • SEORANG LELAKI BERNAMA KEKASIH
      • KHOB KHUN
      • SIAPA
      • ESOKKAH PENENTUANKU
      • RINDU
      • SEPI
      • Bisikan Kama
      • Mengeluh
      • Salahkah Aku
      • Aku, Hamka dan Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck
      • Sajak Renungan Bersama
      • Forever Friend
      • Kebahagiaan Mu Teman
      • Mimpi Sang Lelaki
      • Damba Cinta Mu
      • Bagaikan Ada Dinding Menghalanginya
      • KEMATIAN
      • Tuhan aku ingin hampir padaMu
      • Cermin, Inginkah Kau Bertanya
      • Bila kita bicara tentang hati
      • Sebuah Lukisan Kehidupan
      • Bila Rindu Menjengah
      • Jangan Lupa Aku
      • cahaya bulan yang terang
Tema Sederhana. Diberdayakan oleh Blogger.